Blogger Templates

Rabu, 03 Agustus 2011

Varicella, Rubella dan Herpes

VARICELLA, RUBELLA DAN HERPES
VARICELLA
Merupakan infeksi akut menular, disebabkan oleh virus varisela-zoster. Gambaran klinis berupa vesikel di atas kulit kemerahan yang akan berubah menjadi polimorf disertai gejala konstitusi terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
Epidemiologi
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, terutama menyerang kelompok umur anak-anak dan juga bisa menyerang orang dewasa. Penyebarannya melalui droplet lewat udara.
Gejala klinis
• Masa inkubasi 14-21 hari
• Pada anak yang berumur lebih tua dan orang dewasa lesi kulit muncul 2-3 hari setelah demam, malaise, sakit kepala, anorexia.
• Lesi awal terutama pada badan kemudian menyebar ke muka dan ekstremitas juga dapat mengenai selaput lendir.
• Lesi berupa makula eritema dalam beberapa jam akan berubah jadi papula, vesikula, pustula dan krusta.
• Sementara proses berlangsung muncul lagi vesikel baru sehingga menimbulkan gambaran yang polimorf.
penatalaksanaan
1. Topikal : Bedak dan antibiotika
2. Sistemik : Sedativa, antipiretik, antibiotika untuk infeksi sekunder, acyclovir
Pengobatan varisela dibagi menjadi dua yaitu pada penderita normal dan penderita dengan imunokompromise atau penurunan sistem imun :
1. Normal
 Neonatus –> Acyclovir 500mg/m2 setiap 8 jam selama 10 hari
 Anak-anak –> terapi sintomatis atau acyclovir 20mg/kgbb dibagi 4 dosis selama 5 hari
 Dewasa atau dengan kortikosteroid –> Acyclovir 5x 800mg selama 7 hari
 Wanita hamil , Pnemonia –> Acyclovir 5×800mg selama 7 hari atau acyclovir IV 10mg/kgbb setiap 8jam selama 7 hari
2. Imunokompromise
 Penyakit ringan –> Acyclovir 5×800mg selama 7-10 hari
 Penyakit sedang –> Acyclovir IV 10mg/kgbb selama 7 hari atau lebih lama
 Acyclovir resisten (AIDS) –> Foscarnet IV 40mg/kgbb sampai penyakit teratasi
RUBELLA
Rubella ( German Measles ) disebabkan oleh infeksi single – stranded RNA togavirus yang ditularkan via pernafasan dengan kejadian tertinggi antara bulan Maret sampai Mei, melalui vaksinasi yang intensif angka kejadian semakin menurun.
Infeksi virus ini sangat menular dan periode inkubasi berkisar antara 2 – 3 minggu
dampak terhadap kehamilan
• 10 – 15% wanita dewasa rentan terhadap infeksi Rubella. Perjalanan penyakit tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan ibu hamil dapat atau tidak memperlihatkan adanya gejala penyakit.
• Derajat penyakit terhadap ibu tidak berdampak terhadap resiko infeksi janin. Infeksi yang terjadi pada trimester I memberikan dampak besar terhadap janin.
• Infeksi fetal :
1. Tidak berdampak terhadap bayi dan janin dilahirkan dalam keadaan normal
2. Abortus spontan
3. Sindroma Rubella kongenital
penatalaksanaan
• Vaksin Rubella biasanya diberikan pada anak balita dua kali, yaitu pada umur 12-15 bulan dan 4-6 tahun. Namun jika vaksin diberikan diluar waktu rekomendasi vaksin ini pun aman asal jarak antara vaksin pertama dan kedua lebih dari 28 hari.
• Vaksin Rubella ini sangat aman diberikan pada orang yang sehat. Vaksin ini sangat berguna untuk melindungi terkena Rubella terutama pada saat kehamilan. Salah satu sumber mengatakan tingkat keberhasilanya mencapai lebih dari 95%.
• Yang tidak dianjurkan diberikan vaksin adalah orang-orang yang timbul gejala sulit bernafas atau kelainan kulit atau pembengkakan pada mulut setelah riwayat pemberian vaksin Rubella atau MMR sebelumnya. Tidak dianjurkan juga pada orang-orang yang memiliki penyakit yang berkaitan dengan sistem imun seperti misalnya penderita HIV AIDS. (Pandu Diputra)
herpes
• Herpes Genitalis disebabkan oleh virus herpes simplex – HSV tipe 1 dan 2
• antibodi HSV 2 ditemukan pada 7.6% darah donor, namun hanya 50% yang menyatakan pernah menderita herpes genitalis. Disimpulkan bahwa banyak infeksi herpes yang bersifat subklinis
• Kasus yang disebabkan oleh HSV tipe 2 terutama dijumpai pada wanita muda
• Lesi awal berupa pembentukan erupsi veskular atau ulserasi yang akut dan diikuti dengan penyembuhan secara spontan
• HSV mengalami penjalaran melalui nervus sensorik perifer kedalam ganglion dorsal dan tetap tinggal dalam fase istirahat.(masa laten), reaktivasi akan menyebabkan timbulnya lesi ulangan dan memiliki potensi penularan.
Gejala dan tanda
Merupakan paparan pertama kali terhadap HSV 1 atau 2 yang dapat menyebabkan lesi vulva dan disuria namun kadang kadang juga tanpa gejala. Seringkali di diagnosa sebagai infeksi traktus urinarius atau candidiasis
Pada pemeriksaan ditemukan ulkus multiple yang disertai rasa nyeri hebat. Kadang disertai dengan pembesaran kelenjar inguinal
penatalaksanaannya
Sampai saat ini, obat pembasmi virus herpes belum diketemukan. Namun, pemberian obat semacam acyclovir yang sebenarnya cocok untuk mengobati cacar air bagi penderita herpes sangat membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya.

Sebab obat ini dapat mengurangi pembentukan lepuhan akibat gelembung-gelembung berair dan mempercepat penyembuhan lepuhan dan mengurangi penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Pencegahan secara khusus untuk penyakit herpes adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh seorang ibu hamil sampai saat kelahiran tiba dengan cara mengkonsumsi makanan bergisi lengkap, menerapkan pola hidup bersih dan beristirahat dengan cukup .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar