Blogger Templates

Rabu, 03 Agustus 2011

Askeb Abses Payudara

 ABSES PAYUDARA
Terdapat masa padat,mengeras di bawah kulit yang kemerahan.
 Diperlukan anestesi umum.
 Insisi radial dari tengah dekat pinggir aerola, ke pinggir supaya tidak memotong saluran ASI.
 Pecahkan kantung pus dgn klem jaringan atau jari tangan.
 Infeksi luka perineal dan luka abdominal
 Disebabkan oleh keadaan yang kurang bersih dan tindakan pencegahan infeksi kurang baik.
- Bila didapat pus dan cairan pada luka,buka jahitan dan lakukan pengeluaran serta kompres antiseptik.
- Daerah jahitan yang terinfeksi dihilangkan dan dilakukan debridemen.
- Bila infeksi sedikit tidak perlu antibiotik.
- Bila infeksi superfisial,berikan ampisilin 500 mg per oral selama 6 jam dan metronidasol 500 mg per oral 3 kali/hari selama 5 hari.
- Bila infeksi dalam dan melibatkan otot dan menyebabkan nekrosis,beri Penisilin G 2 juta U IV aetiap 4 jam ( atau Ampisilin inj 1 g 4 x/hari) ditambah dengan Gentamisin 5 mg/kg berat badan per hari IV sekali ditambah dgn Metronidazol 500 mg IV setiap 8 jam, smp bebas panas slm 24 jam,bila ada jaringan nekrotik harus dibuang, lakukan jahitan sekunder 2 -4 mgg sth infk membaik
 SURAT RUJUKAN
Kepada yth ;
Ts ; ……………….
di
Jakarta.
Teman sejawat yang terhormat.
Bersama ini kami kirimkan seorang pasien Nama ;………………………….
Umur ; ……………………………….
Alamat ; ……………………………….
Dengan masalah/Diagnosa ; .............
………………………………..
Pemeriksaan yang telah dilakukan ; …………………………………………..
Tindakan/obat yang sudah diberikan ;
…………………………………………..
Alasan merujuk ;…………………..............
……………………………………………….
 Mohon bantuan penatalaksanaan selanjutnya oleh teman sejawat.
 Kami metantikan kabar selanjutnya.
 Terima kasih atas kerja sama yang baik

. Jakarta ………
Yang merujuk
 SISTEM RUJUKAN PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN
 1.Riwayat Bedah Caesar.
 Rencana :
- Segera rujuk ke fasilitas yang mempunyai kemampuan bedah caesar.
2. Riwayat perdarahan pervaginam selain dari lendir bercampur darah (show).
Rencana ;
Rencana ;
- Jangan melakukan pemeriksaan dalam.
a. Baringkan ibu ke sisi kiri.
b. Pasang infus RL/garam fisiologis dengan jarum no 16 atau 18 .
c. Segera rujuk kefasilitas yang lebih lengkap.
d. Dampingi ibu ke tempat rujukan.
3.Kehamilan kurang dari 37 minggu ( persalinan kurang bulan ).
- Rencana ;
a. Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan ke gawat daruratan obstetri dan bayi baru lahir.
b. Dampingi ibu ke RS rujukan.
c. Berikan dukungan.
4. Ketuban pecah disertai dengan keluarnya mekonium kental.
- Baringkan ibu miring ke kiri.
- Dengarkan Djf.
- Segera rujuk ibu ke fasilitas yang mempunyai kemampuan,penatalaksanaan untuk melakukan bedah cesar.
- Dampingi ibu ke sempat rujukan dan bawa partus set ,alat resusitasi,handuk dan kain penghangat untuk bayi (kalau melahirkan di jalan

 5. Pada primipara di pimpin 2 jam tidak ada kemmajuan.
- Kolaborasi / di rujuk ke RS
 6. Ketuban pecah bercampur dengan sedikit mekonium disertai tanda-tanda gawat janin.
- Dengarkan DJF, jika ada tanda-tanda gawat janin laksanakan asuhan yang sesuai.
 7 Ketuban telah pecah ( lebih dari 24 jam ), atau ketuban telah pecah pada kehamilan kurang bulan ( usia kehamilan kurang dari 37 minggu ).
- Segera rujuk ibu ke fasilitas yang memiliki kemampuan melakukan asuhan ke gawat daruratan obstetri.
- Dampingi ibu ketempat rujukan dan berikan dukungan serta semangat.
 8. Tanda-tanda atau gejala infeksi.
a. Temperatur > 38°C
b. Menggigil
c. Nyeri abdomen
d. Cairan ketuban yang berbau
 Rencana;
1. Baringkan ibu kekiri
2. Pasang infus Rl tetesan 125 ml/jam.
3. Segera rujuk kefasilitas yg lengkap.
4. Sertai ibu dan berikan support.
 9.Tekanan darah lebih dari 160/110 atau terdapat protein dalam urine (preeklamsi berat (preeklamsia berat ).
 Rencana ;
a. Baringkan ibu ke kiri.
b. –asang infus RL dgn tts 125ml/jam.
c. Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan penatalaksanaan ke gawat daruratan obstetri.
 10. Tinggi Fundus Uteri 40 cm atau lebih (Makrosomi, polihidramion,DM, Kehamilan ganda).
 Rencana ;
- Segera rujuk ke fasilitas yang lengkap untuk bedah Caesar.
- Sertai ibu ke tempat rujukan dan berikan semangat serta dukungan.
 11. DJJ kurang dari 100 atau lebih dari 180 x/mnt
 Rencana ;
- 1. Baringkan ibu miring ke kiri dan anjurkan untuk bernafas secara teratur.
- 2. Pasang infus RL 125 ml/jam.
- 3. Segera rujuk.
- 4. Berikan support pada ibu dan dampingi.
 12. Primipara dalam persalinan fase aktif dengan palpasi kepala janin masih 5/5.
 Rencana ;
1. Ibu dibaringkan ke kiri.
2. Ibu dirujuk u/ bedah caesar.
3. Didampinggi dan diberikan support.
 13. Presentasi bukan belakang kepala.
 Rencana; 1. Baringkan ibu miring ke kiri. 2.Segera rujuk ke fasilitas yang kemampuannya memadai untuk gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir.
3. Dampinggi ibu ke temapt rujukan dan berikan semangat serta dukungan
 14. Presentasi ganda
 Rencana ;
1. Baring ke kiri .
2. Segara rujuk kefasilitas yang memmadai untuk gawat darurat obstetri dan bayi lahir.
3. Dampinggi ibu ketempat rujukan dan berikan semangat serta dukungan
 15 Tali pusat menumbung.( Jika tali pusat masih berdenyut.)
 Rencana;
a. Sim‘s position./Kneechest position.
b. Tali pusat jangan di pegang dapat merangsang bayi untuk bernafas ( life saving – tindakan pengamanan )
c. Obat-obatan tokolitik.
d. rujuk,; Transportasi.infus u/ Tokolitik,tali pusat kompres NaCl.
 Cara reposisi :
- Gunakan sarung tangan DTT, letakkan satu tangan di vagina dan jauhkan kepala janin dari tali pusat janin. Gunakan tangan yang lain pada abdomen untuk membnatu menggeser janin dan menolong bagian terbawah janin agar tidak menekan tali pusat.
e. Dampinggi ke tempat rujukan dan berikan semangat serta dukungan.
 16. Tanda dan gejala Syok.
- Nadi cepat,lemah (> 110x/mnt )
- Tekanan darah rendah ( sistole < 90 mm/Hg). - Pucat. - Berkeringat atau kulit lembab, dingin. - Nafas cepat ( . 30 x/mnt). - Cemas,binggung atau tdk sadar. - Produksi urine sedikit (> 30 ml/jam).
 Rencana :
a. Baringkan ibu ke kiri.
b. Jika mungkin naikan kedua kaki ibu untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
c. Pasang infus Rl/NaCl, infus 1 liter dalam 15 – 20 mnt, jika mungkin 2 liter dalam 1 jam pertama, kemudian turunkan 125 ml/jam.
d. Rujuk dan dampinggi.
 17. Tanda atau gejala persalinan dengan fase laten yang memanjang.
- Pembukaan serviks . 4 cm setelah 8 jam.
- - Kontraksi uterus ( lebih dari 2 dalam 10 menit ).
- Rencana ;
- Segera rujuk ibu kefasilitas yang memiliki gewatan daruratan obstetri dan BBL
- - Dampingi ibu dan berikan dorongan serta semangat.
- 18. Tanda dan gejala partus lama.
- Pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada ( partograf).
- Pembukaan serviks kurang dari 1 cm/jam.
- Kurang dari 2 kontraksi dalam waktu 10 menit, masing-masing berlangsung kurang dari 40 detik.
 Rencana;
- Segera rujuk ibu ke fasilitas yang memiliki kapasitas kegawat daruratan obstetri dan bayi baru lahir.
- Dampinggi ibu ke tempat rujukan dan berikan dukungan serta semangat.
 Pada ibu nifas ;
B. - Keluhan :
1. Rasa sakit.
Kepala, bagian epigastrium, perut bagian bawah dengan obat-obat simptomatis tidak teratasi segera koaborasi/rujuk.
2. Berdarah.
Dicari dan segera dinilai penyebab perdarhan ;
* Atonia uteri.
* Robekan jalan lahir yang belum terjahit.
* uterus ruptur.
Atasi segera penyebabnya ?
Perbaiki KU dengan pemasangan infus.
* Dinilai kembali 15‘ kemudian
* Tidak ada perubahan kolaborasi/rujuk
 3. Pusing diikuti tanda-tanda vital menurun.
Dengan perbaikan/pemberian obat symphtomatis tidak berhasil maka harus dirujuk disartai pemasangan infus tetesan pelan untuk propilaxis.
 C. Pada bayi baru Lahir rendah dan bayi.
Kondisi Bayi Baru Lahir yang segera perlu dirujuk untuk mendapatkan penanganan dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan Bayi Baru lahir bermasalah adalah;Tidak bernafas,sesak nafas,sianosis sentral (kulit biru),Bayi Berat lahir rendah (BBLR < 2500 gram ),Letargis,Hypotermi/stress dingin,kejang.  Pada kondisi tersebut ada 3 keadaan segera dilakukan pertolongan sebelum di rujuk ke kamar bayi (NICU) atau kefasilitas lengkap.  Jika letargie = tonus otot rendah, tidak ada gerakan sangat mungkin bayi sakit berat, segera rujuk ke tempat pelayanan yang sesuai.  Jika bayi sianosis (biru) sukar bernafas (frekuensi < 30 atau > 60x/mnt.
tarikan dinding dada ke dalam atau merintih maka lakukan ;
@ Isap mulut dan hidung untuk memastikan jalan nafas panjang.
@ Beri oksigen 0,5 l/mnt lewat kateter hidung.
@ Rujuk.
Jaga bayi tetap hangat,bungkus bayi dengan kain lunak kering,selimuti dan pakai topi untuk mencegah kehilangan panas.
 Jika bayi kejang
Jika bayi kejang 1 jam pertama kehidupan jarang. Kejang dapat disebabkan oleh meningitis, ensefalopati atu hipogklikemia berat.
@ Pastikan bayi dijaga tetap hangat-bungkus bayi.Bungkus bayi dengan kain linak,kering selimut dan pakai topi untuk menghindari kehilangan panas.
@. Rujuk segera ke tempat pelayanan kesehatan yang mempunyai NICU.
Jika bayi menunjukan tanda-tanda sefilis,rujuk ke NICU.
 Tanda-tanda SEFILIS;
 @ Edema umum,ruam kulit, telapak tangan atau kaki melepuh,rinitis,kondilo anall,pembesaran hepar/lien,paralysis salah satu anggota tubuh bagian bawah, ickterus,pucat, sfirokketa positif dari lesi cairan tubuh atau cairan serebrospiral.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar